Subscribe via RSS Feed

Kunjungan Tim Monev PHBD UNWIDHA 2018 di Desa Tegalmulyo dan Bunder

Filed in Berita by on October 25, 2018 • views: 49

Pada hari Rabu, 24 Oktober 2018 Tim Monev Program Hibah Bina Desa 2018 melakukan peninjauan lapangan di Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten dan di Desa Bunder, Jarakan, Jatinom, Klaten. Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) melakukan tanya-jawab kepada selaku perwakilan Karang Taruna Desa Tegalmulyo mengenai rencana pengembangan jangka panjang alat musik “Gantil” paska PHBD. Harapan ke depan Karang Taruna Desa Tegalmulyo bisa mengenalkan dan menyebarluaskan “Gantil” kepada masyarakat luas dan mengangkat nama desa Tegalmulyo menjadi desa ikonis bambu.

Kunjungan Tim Monev dilanjutkan dengan peninjauan di Desa Bunder, Jarakan, Jatinom, Klaten. Dalam Program Hibah Bina Desa ini Tim PHBD Unwidha beranggotakan Anita Agustina Fatmawati (Ketua Pelaksana), Muhammad Waahid Hidayat, Laras Ayu Kumalasari, Mesya Sukmayati, Lina Kartika Latifa Putri, Yohana Ayu Dwi Hapsari, Dian Febriyanti, Werdi Dwi Alfianti, Azzah Maulida Farchani, dan Eko Yunianto Agung yang berasal dari English Student Association (ESA). Dalam perjalannya, Tim PHBD juga menggandeng beberapa pihak salah satunya komunitas Kandang Udan yang berada di desa Bunder. Kandang Udan merupakan sebuah sanggar musik untuk latihan memainkan alat musik “Gantil”. Kerja sama ini salah satunya menghasilkan pementasan Gantil dengan Gedruk Merapi dan Tapak Wulu Barong yang rencana akan dipentaskan pada acara Gora Swara Nusantara #3 pada 27 dan 28 Oktober 2018 di Bukit Cinta Watu Prau, Bayat. Dalam Monev ini dihadirkan pula Adi Setyawan (penemu Gantil) dan Gardian Nusantara (komposer) yang banyak memberikan andil dalam produksi dan tutorial permainan alat musik ini.

Tim Monev juga melakukan tanya-jawab kepada Purwono, salah seorang komunitas Kandang Udan yang terlibat dalam PHBD ini. Sunarno, salah seorang tokoh masyarakat Bunder menambahkan “keberadaan alat musik baru ini membuat perubahan baik dan mendapat respon baik di masyarakat kami. Selepas sekolah biasanya anak-anak juga sering menghampiri dan memainkan Gantil.”

Tags:

Comments are closed.