Subscribe via RSS Feed

Masactive Reading: Model Pembelajaran yang Memanfaatan Keberadaan Konteks Sosial dalam Pembelajaran Membaca

Filed in Berita by on November 27, 2019 • views: 66

Keterampilan reading (untuk mengacu pada kegiatan membaca dalam bahasa Inggris) merupakan keterampilan yang sangat esensial dalam menguasai empat keterampilan berbahasa. Reading memberikan input yang sangat berharga bagi terwujudnya tiga keterampilan berbahasa lainnya, yaitu listening, speaking, dan writing.

Keterampilan reading mahasiswa dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran yang memanfaatkan keberadaan konteks sosial. Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh salah satu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Widya Dharma Klaten, Purwo Haryono, dalam bentuk disertasi dan telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Ujian Akhir Disertasi Promosi Doktor Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Prof. Dr. Marsigit, M.A. (Ketua/Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta), Ashadi, Ed.D. (Sekretaris), Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. (Penguji Utama/Penguji Luar), Prof. Suwarsih Madya, Ph.D. (Penguji Utama), Prof. Sugirin, Ph.D. (Promotor) dan Dr. Agus Widyantoro, M.Pd. (Kopromotor) pada hari Selasa, 26 November 2019.

Dosen yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 1 Bidang Akademik ini memberi judul disertasinya sebagai Model Pembelajaran Masactive Reading untuk Mahasiswa Program Sarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Dalam paparan disertasinya, Promovendus yang duduk di kursi panas ini menjelaskan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam hubungan sosial dengan mahasiswa lainnya terlihat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, mahasiswa memiliki kemampuan akademik lebih tinggi dan memiliki kepuasan lebih besar dibandingkan dengan mahasiswa lain yang belajar menyendiri. Interaksi sosial yang nyaman dapat mengubah perilaku mahasiswa dalam pembelajaran. Kelas yang diatur nyaman untuk pembelajaran reading memberikan kenyamanan interaksi antarmahasiswa dan memberikan dorongan untuk meningkatkan kualitas belajar. Dengan interaksi sosial yang nyaman mahasiswa mendapatkan kemudahan dalam mengkonstruksi pengetahuan baru karena permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran dapat diselesaikan dengan lebih mudah.

Kesimpulan dari penelitian yang terkenal dengan nama R & D ini menyatakan bahwa model pembelajaran Masactive Reading untuk mahasiswa program sarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ini telah divalidasi melalui berbagai tahap dan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ini dapat dikategorikan sebagai model pembelajaran yang efektif. Dikatakan efektif karena model pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan kebutuhan dosen pengampu mata kuliah reading di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Selain itu, model pembelajaran ini terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan reading mahasiswa program sarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Model pembelajaran Masactive Reading ini dapat diterapkan di semua tingkat untuk pembelajaran mata kuliah reading di program sarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Dengan mengacu pada teori pembelajaran postmethod, dosen pengampu mata kuliah reading dapat melakukan penyesuaian sesuai dengan kekhususan yang ada di kelasnya. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan sosiokultural tempat berlangsungnya pembeljaran reading.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Klaten, Dr. Basuki, M.M. beserta segenap pengurus, Rektor Universitas Widya Dharma Klaten, Prof. Dr. Triyono, M.Pd., beserta Wakil Rektor 2 dan 3, seluruh pejabat struktural Unwidha (Dekan, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, Kepala Lembaga, Sekretaris Lembaga, Kepala Pusat, Kepala Biro, Kepala Seksi), dan seluruh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta dosen-dosen dari Program Studi lainnya. (PH)

Comments are closed.