Subscribe via RSS Feed

Monev PHBD English Student Association Unwidha

Filed in Berita, Umum by on October 25, 2018 • views: 49

Program Hibah Bina Desa merupakan salah satu program yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti sebagai bentuk inisiasi pembinaan terhadap desa. Program ini bertujuan untuk membina masyarakat desa dengan melibatkan mahasiswa sebagai mediasinya. Program yang dilaksanakan lebih kurang enam bulan ini juga diikuti oleh kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) sebagai bentuk pemantauan keberhasilan program yang telah berhasil didanai oleh dikti.

Sebagai salah satu penerima hibah PHBD untuk tahun anggaran 2018, English Student Association (ESA) Universitas Widya Dharma Klaten Acara mengikuti kegiatan Monev yang berlangsung pada 22—25 Oktober 2018. Hari pertama dilakukan presentasi pemaparan kegiatan PHBD yang telah dilaksanakan bertempat di lantai 3 Gedung Kuliah Umum Dr. Sardjito, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta yang turut dihadiri oleh tim PHBD wilayah Jateng dan DIY. Delapan universitas yang terlibat yaitu Universitas Mercu Buana Yogyakarta, UGM, UNS, Unwidha, PGRI Madiun, dan UII sebagai tuan rumah. UGM dan UNS masing-masing menyumbang 2 proposal yang berhasil lolos.

Sebelum melakukan presentasi, tim Monitoring dan Evaluasi meminta perwakilan dari masing-masing tim untuk mengambil nomor undian presentasi. Tim PHBD Unwidha yang didampingi oleh dosen pembimbing Eric Kunto Aribowo, S.S., M.A. mendapat kesempatan presentasi urutan ke-4. Presentasi dibuka oleh Tim Universitas Mercu Buana Yogyakarta dengan mengangkat topik buah langka yaitu sawo hitam dan jeruk nipis manis. Urutan kedua yaitu UGM tentang wisata Wanagama, ketiga UII tentang aroma terapi dan keempat Tim Unwidha yang beranggotakan Anita Agustina Fatmawati (Ketua Pelaksana), Muhammad Waahid Hidayat, Laras Ayu Kumalasari, Mesya Sukmayati, Lina Kartika Latifa Putri, Yohana Ayu Dwi Hapsari, Dian Febriyanti, Werdi Dwi Alfianti, Azzah Maulida Farchani, dan Eko Yunianto Agung.

Laras Ayu Kumalasari dan Lina Kartika Latifa Putri menjadi perwakilan tim yang menyampaikan kegiatan dan progres PHBD yang diajukan yang mengangkat tema produksi alat musik Gantil sebagai ikon wisata, serta Mesya Sukmayati sebagai operator. Dengan lancar mereka menyampaikan satu persatu kemajuan dan perkembangan PHBD, mulai dari produksi, pelatihan, hingga pementasan Gantil di depan tim Monev dan tim dari universitas lain. Paparan yang dilakukan lebih kurang 30 menit presentasi kemudian diikuti dengan sesi tanya-jawab oleh tim Monev. Kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama tim Monev dan pendamping yang diikuti dengan foto bersama para Tim PHBD yang lain.

Tags:

Comments are closed.