Selasa, 3 Agustus 2021 Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten menerjunkan 316 orang mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata/Terpadu (KKN/T). Upacara pelepasan dilaksanakan  secara daring. KKN/T yang mengambil tema “Solusi Kreatif di Era New Normal” ini dilaksanakan selama satu bulan, mulai 3 Agustus 2021 sampai dengan 3 September 2021. Acara penerjunan diawali dengan laporan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Arif Julianto Sri Nugroho, SE., M.Si. dilanjutkan dengan sambutan dan pengarahan dari Rektor Unwidha Klaten, Prof. Dr. Triyono, M.Pd.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa KKN/T tahun ini merupakan yang ke dua kali dilaksanakan di era pandemi sehingga semua kegiatan dilaksanakan secara daring atau online. KKN/T merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh semua mahasiswa sebelum lulus sebagai wujud dari bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Rektor berharap melalui KKN/T bisa menjadi wahana bagi mahasiswa untuk meningkatkan kecerdasan intelektual,  kecerdasan emosional, sekaliagus kecerdasan spiritual sehingga mahasiswa mampu memahami dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan riil di tengah masyarakat. Rektor yakin bahwa mahasiswa memiliki kapasitas yang begitu besar untuk membantu masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan kegiatan ini lulusan Unwidha Klaten diharapkan kelak bisa menjadi pemimpin yang berkualitas dan memiliki kepekaan serta kedekatan dengan masyarakat. Rektor berpesan agar para mahasiswa selalu menjaga nama baik almamater dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mengingat KKN/T ini hanya berlangsung satu bulan, agar masyarakat memperoleh hasil dan manfaat yang optimal segera setelah diserahkan ke desa masing-masing, mahasiswa bisa menyusun dan melaksanakan program serta kegiatan untuk mengembangkan potensi desa dengan berkoordinasi dan konsultasi kepada perangkat desa.
Pelepasan mahasiswa KKN/T dilaksanakan secara simbolis dengan mengenakan jaket KKN/T kepada dua orang perwakilan mahasiswa,  Saefuddin Iqbal  dari Program Studi Teknik Sipil dan  Vivi Ayu Anggraini dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah.
Mahasiswa dibagi menjadi 21 kelompok, dibimbing oleh 21 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sembilan kelompok di antaranya atau 148 mahasiswa diterjunkan di tiga Desa  Binaan, yaitu Desa Krakitan, Desa Jomboran, dan Desa Jimbung. Lainnya diterjunkan secara mandiri di desa tempat tinggal mahasiswa untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19. Mahasiswa telah dibekali berbagai materi oleh Prof. Dr. Suratman, M.Sc., Guru Besar Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Kepala LPPM, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, dan beberapa dosen selama dua hari, 7-8 Juli 2021.