Klaten, 17 September 2026 — Tiga hari menjadi langkah awal bagi ratusan mahasiswa baru Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten untuk mengenal lebih dekat dunia perguruan tinggi. Melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 yang berlangsung pada 15–17 September 2026, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga dibekali wawasan tentang kesehatan mental, pengembangan diri, kehidupan akademik, organisasi, kepedulian lingkungan, hingga kreativitas.

Rangkaian PKKMB dirancang sebagai proses awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akademik dan kemahasiswaan di Unwidha.
Hari pertama PKKMB, Selasa (15/9/2026), diisi dengan berbagai materi yang berkaitan dengan kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia perguruan tinggi. R.Ngt. Christina Irnawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, CHt., CT menjadi salah satu narasumber dengan materi “Mental Health, Self Awareness, dan Adaptasi Mahasiswa Baru”. Mahasiswa diajak memahami pentingnya mengenali diri, menjaga kesehatan mental, serta membangun kemampuan beradaptasi ketika memasuki lingkungan baru.
Perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa membawa tantangan tersendiri. Karena itu, pemahaman terhadap diri sendiri dan kemampuan beradaptasi menjadi salah satu bekal penting sebelum mahasiswa menjalani proses perkuliahan. Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan materi personal branding yang disampaikan oleh Risca Maranita. Mahasiswa baru diperkenalkan pada pentingnya mengenali potensi diri dan membangun citra positif sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
Tidak hanya aspek personal, mahasiswa juga mendapatkan pengenalan mengenai kehidupan akademik. Rachmadi Widodo, S.E. menyampaikan materi Pengenalan Akademik Kampus dan eCampuz Unwidha. Materi ini memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai lingkungan akademik serta sistem yang akan digunakan dalam mendukung aktivitas perkuliahan mereka.

Memasuki hari kedua, Rabu (16/9/2026), suasana PKKMB semakin interaktif. Mahasiswa baru mengikuti Tour de Campus untuk mengenal berbagai lingkungan dan fasilitas yang ada di Unwidha. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya melihat ruang-ruang kampus, tetapi mulai mengenali tempat yang nantinya menjadi bagian dari keseharian mereka selama menempuh pendidikan tinggi.
Kegiatan dilanjutkan dengan Expo Program Studi dan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa). Berbagai program studi dan organisasi kemahasiswaan diperkenalkan kepada mahasiswa baru sebagai pilihan ruang untuk belajar dan mengembangkan diri di luar kegiatan akademik. Expo menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh berbagai aktivitas kemahasiswaan, sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan minat, bakat, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama.
Dengan demikian, mahasiswa baru mulai memahami bahwa kehidupan kampus bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan, tetapi juga tentang membangun pengalaman, relasi, dan kemampuan yang dapat mendukung perkembangan mereka selama menjadi mahasiswa.

Hari ketiga, Kamis (17/9/2026), menjadi salah satu rangkaian yang tidak hanya menghadirkan aktivitas bersama, tetapi juga mengajak mahasiswa baru berkontribusi secara langsung terhadap lingkungan. Unwidha menggelar gerakan penanaman ratusan bibit tanaman dan penghijauan di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi edukasi mengenai kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan ketahanan pangan.
Secara simbolis, penanaman bibit dilakukan oleh Rektor Unwidha Klaten, Prof. Triyono, didampingi para pejabat di lingkungan universitas. Setelah itu, mahasiswa baru melakukan penanaman secara berkelompok. Menariknya, media tanam yang digunakan memanfaatkan galon air mineral bekas. Pemanfaatan tersebut memberikan pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan.
Rektor Unwidha Klaten, Prof. Triyono, mengatakan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kepedulian bersama. Menurutnya, gerakan penghijauan yang dilakukan dalam rangka PKKMB menjadi salah satu bentuk edukasi kepada mahasiswa agar memiliki kesadaran terhadap lingkungan sekaligus memahami pentingnya ketahanan pangan. “Unwidha sangat konsisten terhadap persoalan lingkungan sekaligus mengedukasi pentingnya penguatan program ketahanan pangan nasional,” ungkap Prof. Triyono.
Kegiatan tersebut juga menjadi upaya untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau dan nyaman bagi mahasiswa dalam menjalani aktivitas pendidikan. Ketua Panitia PKKMB Unwidha Klaten, Beta Yudha Mahindarta, S.Kom, M.Cs, menyampaikan bahwa gerakan penghijauan di lingkungan kampus diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kenyamanan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi di Unwidha. Sementara itu, Septia, salah satu panitia PKKMB, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa baru terhadap persoalan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas manusia.

Setelah mengikuti berbagai pembekalan dan kegiatan selama tiga hari, rangkaian PKKMB ditutup dengan pentas penampilan mahasiswa baru. Panggung menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, dan kekompakan bersama kelompok masing-masing. Penampilan tersebut sekaligus menjadi momen bagi mahasiswa baru untuk membangun kedekatan setelah selama tiga hari mengikuti berbagai kegiatan bersama.
Penutupan PKKMB turut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unwidha, Daru Pratomo, para dekan, ketua program studi, serta jajaran civitas akademika Unwidha. Mewakili Rektor Unwidha Klaten, Daru Pratomo menyampaikan bahwa PKKMB merupakan kegiatan yang penting untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.
“Melalui kegiatan PKKMB ini pula kami memberikan edukasi terkait peningkatan kesadaran berbangsa, bernegara, dan cinta tanah air dalam diri mahasiswa baru melalui berbagai kegiatan seperti gerakan menanam bibit ketahanan pangan, pohon penghijauan, entrepreneur dan lainnya,” ujarnya.
Menurut Daru, berakhirnya rangkaian PKKMB menjadi awal bagi mahasiswa untuk memasuki kehidupan perkuliahan yang menuntut kemandirian, inovasi, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi. “Pendidikan di Universitas Widya Dharma Klaten bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang tangguh, berkarakter, kompeten, mandiri, dan berwawasan luas berdasarkan nilai-nilai multikultural. Komitmen ini kita perkenalkan sejak dini, salah satunya melalui kegiatan PKKMB,” katanya.

Bagi mahasiswa baru, PKKMB bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus. Tiga hari tersebut menjadi pengalaman awal untuk mengenal lingkungan akademik, membangun relasi dengan teman baru, memahami potensi diri, serta melihat berbagai ruang yang dapat digunakan untuk berkembang selama menjadi mahasiswa.
Dea, mahasiswa baru Program Studi PGSD, mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan selama mengikuti PKKMB. “Kegiatannya sangat seru. Kami diperkenalkan keliling kampus, diberikan motivasi dari beberapa narasumber yang hebat dan sangat menginspirasi,” ujarnya.
Salsabila Agustin, mahasiswa baru Program Studi Akuntansi, juga mengungkapkan suasana PKKMB yang menyenangkan. Ia menilai rangkaian kegiatan memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa lainnya.
Dengan berakhirnya PKKMB Unwidha 2026, perjalanan mahasiswa baru justru memasuki babak yang sesungguhnya. Dari ruang-ruang pengenalan menuju ruang perkuliahan, dari bertemu sebagai orang asing menuju menjadi bagian dari komunitas kampus, mereka kini siap memulai perjalanan akademiknya. PKKMB menjadi langkah pertama. Selanjutnya, mahasiswa baru Unwidha akan menulis perjalanan mereka sendiri melalui ilmu, pengalaman, kreativitas, kolaborasi, dan kontribusi selama menempuh pendidikan di Universitas Widya Dharma Klaten.

