29 Oct

Seminar Sosialisasi HIV & AIDS : Dari Kesadaran Menuju Perubahan Memutus Rantai Perilaku Berisiko HIV

KLATEN — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten bersama Universitas Widya Dharma Klaten (Unwidha) menggelar Seminar Sosialisasi HIV & AIDS di Aula FKIP Unwidha, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Mengusung tajuk “Pencegahan HIV AIDS dan Dinamika Perilaku Seksual Berisiko”, seminar ini mengajak generasi muda bergerak dari sekadar tahu menuju perubahan perilaku untuk memutus rantai penularan HIV.

Rektor Universitas Widya Dharma Klaten Prof. Dr. Triyono, M.Pd. memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, yang juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Darupratomo, M.T. serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Psikologi Dr. H. Arif Julianto Sri Nugroho, S.E., M.Si. Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris KPA Klaten dr. Rony Roekminto, M.Kes. dan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Psikologi Unwidha Winarno Heru Murjito, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Daftar presensi panitia mencatat 100 peserta. Sebanyak 73 di antaranya mahasiswa dari berbagai program studi di Unwidha. Selebihnya pelajar utusan sepuluh sekolah menengah di Klaten, yakni SMA Muhammadiyah 1 Klaten, SMA Negeri 2 Klaten, SMA Negeri 3 Klaten, SMK Negeri 1 Klaten, SMK Negeri 3 Klaten, SMK Negeri 4 Klaten, SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara, SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara, MAN 1 Klaten, dan MAN 2 Klaten.

Materi: Pencegahan dan Perilaku Berisiko

Materi seminar berpijak pada dua sisi persoalan sebagaimana tercantum dalam judul kegiatan. Sisi pertama adalah pencegahan HIV dan AIDS, yang mencakup pemahaman tentang penularan dan langkah melindungi diri. Sisi kedua adalah dinamika perilaku seksual berisiko, yaitu bagaimana sikap dan keputusan seseorang dapat membuka atau menutup peluang penularan.

Dalam wawancara, Sekretaris KPA Klaten dr. Rony Roekminto, M.Kes. menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas, termasuk mahasiswa dan siswa, agar mereka mengenal apa itu HIV dan AIDS. Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan dapat menjauhi perilaku berisiko sekaligus menularkan pengetahuannya kepada orang lain.

Menurut dr. Rony, mahasiswa dan siswa yang terlibat diharapkan dapat menjadi agen yang mengedukasi teman-teman sebaya serta masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu, Winarno Heru Murjito, S.Psi., M.Psi., Psikolog berharap kegiatan serupa dapat berlangsung berkesinambungan dan berkembang ke cakupan yang lebih luas, termasuk penanggulangan AIDS dan sosialisasi kemasyarakatan. Menurutnya, upaya tersebut perlu melibatkan seluruh sivitas akademika dari berbagai fakultas di Universitas Widya Dharma Klaten.

Bekal Pengetahuan bagi Generasi Muda

Sosialisasi semacam ini memiliki nilai penting karena menyasar kelompok usia muda, yang sedang berada pada fase pembentukan kebiasaan dan pengambilan keputusan. Informasi yang akurat, disampaikan langsung oleh pihak yang menangani penanggulangan HIV dan AIDS di daerah, membantu meluruskan mitos dan kesalahpahaman yang masih beredar.

Seminar juga relevan dengan upaya mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Pemahaman yang utuh mendorong sikap yang lebih empatik, sehingga mereka yang membutuhkan layanan tidak ragu untuk memeriksakan diri dan mengakses pengobatan. Para peserta pun dapat meneruskan pengetahuan ini kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

Peluang Penguatan Kolaborasi

Keterlibatan KPA Kabupaten Klaten dan Universitas Widya Dharma Klaten dalam satu forum menunjukkan bahwa penanggulangan HIV dan AIDS tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak saja. Lembaga daerah memiliki program dan jejaring layanan, sementara perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia, ruang edukasi, serta kapasitas riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Ke depan, sinergi tersebut berpotensi dikembangkan melalui edukasi berkelanjutan, pelibatan organisasi kemahasiswaan dan pelajar sebagai agen sebaya, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pencegahan. Keterlibatan unsur psikologi juga membuka ruang bagi pendekatan yang memperhatikan aspek perilaku dan kesehatan mental.

Langkah Berikutnya

Sebagai tindak lanjut, dr. Rony berharap peserta semakin menjaga pergaulan dan menjauhkan diri dari situasi yang berisiko. Bekal dari seminar ini juga dapat digunakan untuk mengingatkan teman-teman yang mulai masuk ke lingkungan berisiko.

Ia menyebut seminar ini sebagai langkah awal. Peserta diharapkan meneruskan pengetahuan yang diperoleh dan bersedia membentuk atau bergabung dalam kelompok mahasiswa atau siswa peduli AIDS untuk menjalankan langkah-langkah berikutnya.

Melalui edukasi yang konsisten dan kerja sama lintas lembaga, upaya pencegahan HIV dan AIDS diharapkan semakin menjangkau generasi muda dan membentuk lingkungan yang lebih sadar, peduli, dan bebas stigma.