28 Oct

Mahasiswa PGSD Unwidha Klaten Dilatih Membuat Blog dan Menulis di Media Online Agar Gagasan Calon Guru Tak Berhenti sebagai Catatan Pribadi

KLATEN — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten mengikuti pelatihan pembuatan blog dan menulis di media online di Auditorium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unwidha, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (28/10/2026). Pelatihan ini membekali calon guru sekolah dasar dengan keterampilan mengelola tulisan dan memublikasikannya melalui media digital.

Pelatihan dimulai pukul 08.30 WIB dan menghadirkan Ketua Komunitas Klaten Menulis, Drs. Moch. Shidiq, M.Pd., sebagai narasumber. Kegiatan ini dilaksanakan oleh panitia yang diketuai Riris Setyasa Hermawati dan mendapat sambutan positif dari Ketua Program Studi PGSD Unwidha, Dr. Sri Suwartini, M.Pd.

Pelatihan Pembuatan Blog dan Menulis di Media Online di Auditorium FKIP Universitas Widya Dharma Klaten, Rabu (28/10/2026). Foto: Dokumentasi kegiatan.

Literasi Digital bagi Calon Guru

Ketua Panitia Pelaksana, Riris Setyasa Hermawati, mengatakan pelatihan dirancang untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan literasi digital.

Menurut Riris, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung mengelola tulisan dan memublikasikannya melalui media digital. Dengan begitu, gagasan yang mereka miliki tidak berhenti sebagai catatan pribadi.

Sri Suwartini menilai kemampuan menulis sebagai salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan mahasiswa calon guru. Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar menambah keterampilan menulis. Mahasiswa diharapkan mampu melahirkan karya yang menjadi bagian dari perjalanan intelektual mereka.“Setidaknya, agar mahasiswa cinta dan menelurkan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masa depannya,” ujar Sri Suwartini.

Berani Memulai Menulis

Dalam pelatihan itu, Moch. Shidiq menekankan bahwa mahasiswa tidak perlu takut memulai menulis hanya karena merasa kemampuannya belum memadai.

Pesan tersebut berangkat dari pandangan yang ia bawa ke forum ini: menulis bukan sekadar merangkai kata menjadi kalimat, melainkan keberanian menuangkan gagasan, mengabadikan pemikiran, sekaligus meninggalkan jejak bagi generasi mendatang.

Bekal Strategis bagi Guru Sekolah Dasar

Bagi calon guru sekolah dasar, kemampuan menulis memiliki nilai strategis. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membangun budaya literasi dan memberi keteladanan kepada peserta didiknya.

Blog dan media online memberi ruang bagi mahasiswa untuk melatih kebiasaan itu sejak di bangku kuliah. Melalui tulisan, mereka dapat menyampaikan pemikiran, mendokumentasikan pengalaman pembelajaran, dan membagikan praktik baik pendidikan kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan kebiasaan menulis yang terbangun sejak dini, mahasiswa PGSD diharapkan kelak hadir di ruang kelas sebagai guru yang tidak hanya mengajarkan literasi, tetapi juga mempraktikkannya.