KLATEN — Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dipelajari di ruang kelas diuji langsung oleh 30 mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten. Kamis (5/11/2026), mereka berlatih memadamkan api dari tabung gas LPG 3 kg dan bahan bakar cair bersama petugas pemadam kebakaran Kabupaten Klaten.
Praktik penanggulangan kebakaran itu berlangsung di halaman Fakultas Teknologi dan Komputer (FTK) Unwidha. Program Studi Teknik Informatika bekerja sama dengan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten, yang menurunkan tiga personel, yakni Sumino, Iswanto, dan Prabowo.
Mahasiswa didampingi dosen pengampu mata kuliah K3, Harri Purnomo, S.T., M.T., yang juga menjabat Dekan FTK. Sebelum praktik, petugas menjelaskan prinsip segitiga api. Prinsip ini menyebut tiga unsur pemicu kebakaran, yaitu bahan bakar, oksigen, dan panas. Api dipadamkan dengan memutus salah satu unsur tersebut. Petugas kemudian memperagakan teknik penanggulangan kebakaran pada sejumlah kondisi berbeda.
Simulasi dilakukan pada dua sumber api, yakni tabung gas LPG 3 kg dan bahan bakar cair. Di bawah arahan petugas, mahasiswa mencoba sendiri dua cara pemadaman: menutup sumber api dengan kain basah dan menyemprotkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).


Mahasiswa mempraktikkan teknik memadamkan api dengan menutup sumber api menggunakan kain basah, didampingi petugas Damkar Kabupaten Klaten, di halaman FTK Unwidha, Kamis (5/11/2026).

Seorang mahasiswi Program Studi Teknik Informatika Unwidha Klaten menyemprotkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ke arah api dengan pendampingan petugas Damkar Kabupaten Klaten dalam praktik mata kuliah K3 di halaman FTK Unwidha, Kamis (5/11/2026).
Praktik ini menjadi tindak lanjut materi teori K3 yang telah diperoleh mahasiswa di kelas. Di lapangan, mereka berlatih mengenali potensi bahaya kebakaran, menentukan tindakan awal, serta menggunakan peralatan pemadam secara tepat dan aman.
Harri Purnomo berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan dan diperluas bagi seluruh sivitas akademika FTK. Menurut dia, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa idealnya memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar penanggulangan kebakaran, terutama kemampuan menggunakan APAR dengan benar.

