11 Jan

Dari Bangku Kuliah Unwidha hingga Pasar Global, Edi Nurhandono Sukses Jadi 3D Visualiser

KLATEN — Perkembangan industri kreatif digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkarya tanpa batas ruang dan negara. Hal itu dibuktikan oleh Edi Nurhandono, alumni Program D3 Manajemen Informatika Universitas Widya Dharma Klaten yang kini sukses meniti karier sebagai 3D visualiser dengan klien dari berbagai negara.

Berawal dari ketertarikannya pada dunia desain dan animasi saat masih kuliah, Edi mulai mendalami bidang animasi 3D melalui berbagai tugas perkuliahan dan eksplorasi mandiri. Ketekunannya mempelajari visualisasi 3D perlahan membawanya masuk ke industri kreatif digital profesional. “Awalnya hanya tertarik mencoba membuat animasi dan visual 3D saat kuliah. Lama-kelamaan ternyata bidang ini punya peluang besar dan bisa ditekuni secara serius,” ujar Edi.

Selama menempuh pendidikan di Program D3 Manajemen Informatika Unwidha Klaten, Edi aktif mempelajari berbagai teknologi multimedia dan desain visual. Dari sana, ia mulai mengembangkan kemampuan membuat visualisasi 3D untuk kebutuhan arsitektur, produk, hingga animasi digital. Kini, Edi bekerja secara remote dari rumah dan membangun studio kreatif online miliknya sendiri. Melalui studio tersebut, ia menerima berbagai proyek visualisasi 3D dari klien luar negeri, mulai dari desain interior, arsitektur, visual produk, hingga kebutuhan promosi digital.

Karier Edi berkembang seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap konten visual berkualitas tinggi. Dengan memanfaatkan internet dan platform digital, ia mampu menjangkau pasar internasional tanpa harus meninggalkan kampung halamannya di Klaten. Hasil karya Edi dapat dilihat melalui akun Instagram pribadinya, @edvi5ual, yang menampilkan berbagai portofolio visualisasi 3D modern dan realistis. Akun tersebut menjadi etalase digital sekaligus media promosi yang mempertemukannya dengan banyak klien dari luar negeri.

Menurut Edi, konsistensi belajar menjadi kunci utama untuk bertahan di industri kreatif digital yang terus berkembang sangat cepat. Ia mengaku banyak belajar secara otodidak melalui internet, komunitas kreatif, serta pengalaman mengerjakan proyek secara langsung. “Dunia digital berubah cepat. Kalau ingin berkembang, harus terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi,” katanya.

Selain kemampuan teknis, Edi juga menilai komunikasi dan manajemen proyek menjadi faktor penting dalam bekerja dengan klien internasional. Sebab, sebagian besar pekerjaannya dilakukan secara daring dengan sistem kerja lintas negara dan zona waktu berbeda. Keberhasilan Edi menjadi inspirasi bahwa lulusan vokasi juga memiliki peluang besar bersaing di industri global. Dengan keterampilan digital dan kreativitas, mahasiswa dapat membangun karier profesional bahkan tanpa harus bekerja di kantor konvensional.

Pihak Universitas Widya Dharma Klaten mengapresiasi capaian alumninya tersebut. Kesuksesan Edi dinilai menjadi bukti bahwa kompetensi yang dipelajari selama kuliah mampu membuka peluang karier di industri kreatif digital internasional. Di tengah berkembangnya tren kerja jarak jauh (remote working) dan ekonomi kreatif digital, profesi seperti 3D visualiser kini semakin diminati. Visualisasi 3D banyak dibutuhkan untuk kebutuhan arsitektur, gim, animasi, iklan, hingga pemasaran produk digital. Melalui perjalanan kariernya, Edi berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengembangkan keterampilan digital dan memanfaatkan teknologi untuk membuka peluang kerja secara mandiri.“Tidak harus menunggu bekerja di perusahaan besar. Dari rumah pun kita bisa berkarya dan bekerja untuk pasar global kalau punya kemampuan dan kemauan belajar,” tuturnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This field is required.

This field is required.