05 Sep

Webinar Series dalam rangka PKIL Prodi Magister Pendidikan Bahasa, FKIP, UNWIDHA Klaten 2026

Pada hari Sabtu, 5 September 2026, Prodi Magister Pendidikan Bahasa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Dharma Klaten menggelar Webinar Nasional dengan Tema “Mendesain Pembelajaran Bahasa yang Humanis di Tengah Otomatisasi AI” secara daring sebagai realisasi mata kuliah Praktik Kegiatan Ilmiah (PKIL) bagi mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa.

Webinar ini bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip pembelajaran bahasa yang humanis di era AI.
  2. Mengidentifikasi peluang dan risiko otomatisasi AI dalam pembelajaran bahasa.
  3. Membahas strategi menjaga agensi, kreativitas, empati, dan integritas akademik peserta didik.
  4. Membekali peserta dengan gagasan praktis untuk merancang aktivitas, bahan ajar, dan asesmen bahasa yang proporsional dalam penggunaan AI.
  5. Memberikan kesempatan  bagi mahasiswa Prodi Magister Pendidikan Bahasa untuk menyajikan hasil riset/ KI di forum ilmiah berskala nasional sebagai aktualisasi mata kuliah Praktik Kegiatan Ilmiah (PKIL).

Acara Webinar dibuka oleh MC Sukasih Ratna Widayanti, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Widya Dharma Klaten), dilanjutkan dengan sambutan oleh Prof. Dr. D.B. Putut Setiyadi, M.Hum. (Dekan FKIP Universitas Widya Dharma Klaten), yang dalam sambutannya beliau mengapresiasi komitmen Prodi Magister Pendidikan Bahasa untuk menyelenggarakan kegiatan Webinar Series ini setiap semester sebagai kontribusi ilmiah untuk kemajuan pendidikan, khususnya di bidang pendidikan bahasa dan sekaligus berfungsi sebagai media promosi dan menjaga eksistensi Prodi.

Pada Sesi I,  Wisnu Nugroho Aji, S.Pd., M.Pd. (Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Widya Dharma Klaten), memandu penyajian kertas kerja narasumber utama, Prof. Chye Retty Isnendes, M.Hum. (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Sunda-FPBS UPI) secara interaktif, yang inti bahasannya mencakup:

1. Transformasi peran guru/dosen bahasa dari sekadar pengguna teknologi menjadi desainer pembelajaran adaptif yang mampu mengintegrasikan AI tanpa mengorbankan aspek humanis dalam pendidikan. Guru/ dosen tetap menjalankan peran pendidik sebagai fasilitator yang memiliki empati nyata, memiliki penerimaan tanpa syarat, dan mengedepankan keterbukaan (autentisitas) untuk menjadi pribadi yang jujur dan bersahabat di dalam kelas.

2. Prinsip desain pembelajaran humanis yang tetap menempatkan proses berpikir kritis, interaksi sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai inti pengalaman belajar, meskipun didukung oleh otomatisasi AI.

3. Tantangan dan peluang dalam menghadapi laju transformasi digital yang sering kali lebih cepat daripada adaptasi kurikulum, serta pentingnya pendidik menjadi agen perubahan yang kritis dan kreatif.

Pada sesi II Webinar ini juga menampilkan tiga diseminasi hasil penelitian tim dosen Prodi Magister Pendidikan Bahasa yang diwakili oleh: Dr. Nanik Herawati, M.Hum, (Fenomena Alih Kode dan Campur Kode dalam Komunikasi Digital: Studi Kasus Interaksi Mahasiswa dan Dosen Unwidha Klaten dengan Media WhatsApp),   Dr. Hersulastuti, M.Hum., (Exploring the Use of AI as a Learning Companion: Qualitative Insights from EFL Students on Technology Integration) dan Dr. Sukini, M.Pd. (Jati Diri Wanita Jawa dalam Serat Centhini Gagasan Pakubuwono V digubah oleh R.M.A Sumahatmaka sebagai Bahan Ajar bagi Mahasiswa Generasi Z).  

Pada sesi III, sejumlah 30 presenter pendamping yang dibagi dalam 5 breakout rooms mempresentasikan poster hasil kajian  mereka dalam bentuk mini riset, best practice dan studi pustaka yang dapat menginspirasi bp/ ibu guru/ praktisi pembelajaran untuk melakukan inovasi di bidang pembelajaran Bahasa di berbagai jenjang. Beragam ide dan kreativitas pembelajaran  yang disajikan mengacu pada  kerangka pembelajaran berbasis TPACK dan mengakomodir pendekatan pembelajaran deep learning untuk menghasilkan luaran pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang sudah ditetapkan.

Webinar nasional “Mendesain Pembelajaran Bahasa yang Humanis di Tengah Otomatisasi AI” menyimpulkan bahwa teknologi kecerdasan buatan bukanlah pengganti peran pendidik, melainkan mitra pedagogis yang dapat memperkaya pengalaman belajar bahasa melalui personalisasi dan umpan balik instan. Namun, di tengah gelombang otomatisasi, prinsip pembelajaran yang memanusiakan—melalui interaksi sosial, berpikir kritis, kreativitas, dan nilai-nilai kemanusiaan—tetap harus menjadi fondasi desain pembelajaran. Pendidik bahasa dituntut bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi arsitek pembelajaran yang mampu mengintegrasikan AI secara etis, pedagogis, dan bermakna sesuai konteks lokal, dengan mengadopsi model kolaborasi manusia-AI sebagai masa depan pendidikan bahasa.

Bagi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa, webinar ini memberikan kontribusi keilmuan yang signifikan melalui penguatan kapasitas akademik dengan perspektif mutakhir tentang integrasi AI yang berorientasi humanis, pengembangan literasi AI sebagai kompetensi inti bagi calon pendidik, serta pengalaman aktualisasi PKIL yang autentik bagi mahasiswa. Kegiatan ini juga memperluas jejaring akademik nasional, membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi, sekaligus menegaskan posisi prodi sebagai pionir dalam wacana pendidikan bahasa yang kritis terhadap teknologi namun tetap berkomitmen pada nilai humanis. Lebih jauh, webinar ini menyediakan kerangka konseptual dan rekomendasi praktis bagi pengambil kebijakan tentang integrasi AI yang bertanggung jawab dalam pendidikan bahasa di tingkat institusi maupun nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This field is required.

This field is required.