KLATEN (30/7/2026) – Universitas Widya Dharma (UNWIDHA) Klaten secara resmi melepas 257 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Tahun 2026 untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat selama 30 hari. Pelepasan yang dipimpin langsung oleh Rektor UNWIDHA, Prof. Dr. Triyono, M.Pd., menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa berkelanjutan.
Pada pelaksanaan KKN/KKT Tahun 2026, mahasiswa akan mengabdi di sejumlah wilayah strategis di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten. Di Kecamatan Selo, mahasiswa ditempatkan di Desa Selo, Desa Samiran, Desa Lencoh, dan Desa Jerakah. Sementara itu, di Kecamatan Cepogo, peserta akan melaksanakan pengabdian di Desa Cepogo, Desa Genting, Desa Sukabumi, Desa Mliwis, Desa Paras, dan Desa Sumbung. Adapun peserta KKN Non-Reguler akan bertugas di Desa Jimbung dan Desa Jogosetran, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan jas almamater kepada perwakilan Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan oleh Rektor UNWIDHA yang didampingi para Wakil Rektor serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi juga menegaskan komitmen universitas dalam memberikan perlindungan kepada seluruh peserta melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan selama pelaksanaan KKN/KKT.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Triyono, M.Pd. menegaskan bahwa program KKN/KKT merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan kepemimpinan, serta membangun kepedulian sosial secara nyata. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan lokal sekaligus memperkuat citra UNWIDHA sebagai perguruan tinggi yang aktif memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“KKN dan KKT bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi merupakan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi insan yang adaptif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat membantu pemerintah desa mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ungkap Rektor.
Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, seluruh peserta telah mengikuti Pembekalan Program KKN/KKT UNWIDHA yang dilaksanakan selama dua hari, 22–23 Juli 2026, di Auditorium FKIP UNWIDHA. Pembekalan tersebut dirancang untuk memperkuat kesiapan akademik, teknis, dan mental mahasiswa agar mampu menjalankan program kerja secara profesional, adaptif, serta responsif terhadap dinamika sosial di masyarakat.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNWIDHA, Dr. Ronggo Warsito, menjelaskan bahwa pembekalan merupakan tahapan strategis dalam memastikan setiap mahasiswa memiliki kompetensi yang memadai sebelum terjun ke lapangan. Selain memahami metode pemberdayaan masyarakat, peserta juga dibekali keterampilan komunikasi, penyusunan program kerja, kolaborasi lintas sektor, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelaksanaan pengabdian.
“Pembekalan menjadi fondasi penting agar mahasiswa tidak hanya hadir di desa sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mampu berkolaborasi, mengidentifikasi potensi daerah, serta memberikan solusi yang berdampak dan berkelanjutan,” jelas Dr. Ronggo Warsito.
Komitmen UNWIDHA dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah juga mendapat sambutan positif dari Camat Cepogo, Fajar Ferlyswanto Agustitia, yang menyatakan kesiapan wilayahnya menerima kehadiran mahasiswa KKN. Menurutnya, program pengabdian mahasiswa di enam desa di Kecamatan Cepogo diharapkan mampu mendukung berbagai program pembangunan desa, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat inovasi berbasis potensi lokal.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan peserta, seluruh mahasiswa KKN/KKT Tahun 2026 telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut mencakup jaminan apabila terjadi risiko kecelakaan kerja selama mahasiswa menjalankan aktivitas pengabdian di lokasi penugasan, sehingga peserta dapat melaksanakan program dengan rasa aman dan nyaman.
Melalui pelaksanaan KKN/KKT Tahun 2026, Universitas Widya Dharma Klaten kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkomitmen mencetak lulusan yang memiliki karakter, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta semangat kolaboratif dalam mendukung pembangunan masyarakat. Diharapkan, kehadiran mahasiswa di desa-desa mampu menghasilkan program-program yang inovatif, berdampak nyata, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan di era transformasi digital.

